Universitas STEKOM Gelar Assessment Kebekerjaan bagi Siswa Disabilitas di SLBN Temanggung sebagai Rangkaian Festival Karakter Pelajar 2026

Berita
  • 30 Juni 2026
    Oleh : ejelita elifatun nisa

    Universitas STEKOM kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif melalui penyelenggaraan Assessment Kebekerjaan bagi Siswa Disabilitas di SLBN Temanggung. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian utama Festival Karakter Pelajar Universitas STEKOM 2026, sebuah program pengembangan karakter yang melibatkan 100 pelajar terpilih dari SMA, SMK, dan MA se-Jawa Tengah. Tidak hanya berfokus pada pembentukan karakter generasi muda, festival ini juga menghadirkan aksi nyata kepedulian sosial dengan melibatkan para peserta sebagai pendamping dalam proses assessment kebekerjaan bagi siswa berkebutuhan khusus.

     

    Festival Karakter Pelajar Universitas STEKOM 2026 dirancang sebagai ruang pembelajaran yang memadukan kepemimpinan, empati, kolaborasi, kreativitas, dan pengabdian kepada masyarakat. Berbeda dari kegiatan kepemudaan pada umumnya, Universitas STEKOM menghadirkan konsep yang lebih luas dengan mengajak para peserta untuk terlibat secara langsung dalam kegiatan sosial yang memberikan manfaat nyata. Salah satu implementasinya adalah pelaksanaan assessment kebekerjaan di SLBN Temanggung yang bertujuan memetakan potensi, minat, serta kesiapan kerja siswa disabilitas sejak dini.

     

    Sebanyak 100 peserta Festival Karakter Pelajar Universitas STEKOM 2026 berperan sebagai kakak pendamping selama kegiatan berlangsung. Dengan didampingi dosen, guru, serta tim Universitas STEKOM, para peserta membantu siswa-siswi SLBN Temanggung mengikuti setiap tahapan assessment. Kehadiran para pelajar tersebut tidak hanya memberikan semangat baru bagi siswa disabilitas, tetapi juga menjadi pengalaman berharga dalam menumbuhkan rasa empati, kepedulian sosial, kemampuan berkomunikasi, dan jiwa kepemimpinan.

     

    Assessment kebekerjaan disusun menggunakan pendekatan yang mengedepankan kemampuan, bukan keterbatasan. Setiap aktivitas dirancang untuk menggali kompetensi yang dimiliki siswa sehingga potensi mereka dapat terlihat secara lebih objektif. Hasil assessment diharapkan menjadi dasar dalam memberikan pembinaan, pelatihan, hingga penempatan kerja yang sesuai dengan karakteristik dan kemampuan masing-masing peserta didik.

     

    Pada tahap pertama, siswa mengikuti assessment bidang housekeeping. Dalam sesi ini mereka melakukan berbagai aktivitas yang umum dijumpai di lingkungan kerja, seperti membersihkan meja dan kursi, menyapu lantai, membersihkan kaca, merapikan ruangan, hingga memasang taplak meja. Peserta Festival Karakter Pelajar Universitas STEKOM mendampingi setiap proses dengan memberikan arahan sederhana, memastikan instruksi dipahami, sekaligus memberikan motivasi agar siswa semakin percaya diri dalam menyelesaikan setiap tugas yang diberikan. Selain keterampilan teknis, kemampuan memahami instruksi, ketelitian, komunikasi, serta kemandirian menjadi aspek penting yang turut dinilai.

    Assessment berikutnya berfokus pada bidang pelayanan dan penjualan (service and sales). Melalui simulasi pelayanan pelanggan, siswa diajak mempraktikkan berbagai aktivitas mulai dari menyapa pelanggan, menerima pesanan, mencatat pesanan, menyiapkan produk, hingga menyerahkan pesanan kepada pelanggan. Mereka juga berlatih melakukan transaksi pembayaran dengan menghitung uang secara tepat, memberikan uang kembalian, serta menggunakan kalkulator digital melalui perangkat tablet sebagai media pembelajaran. Pendamping dari Festival Karakter Pelajar Universitas STEKOM berperan aktif memberikan contoh komunikasi pelayanan yang baik sehingga suasana pembelajaran berlangsung menyenangkan sekaligus membangun rasa percaya diri siswa.

    Pada sesi ketiga, assessment diarahkan pada bidang laundry dan pengelolaan pakaian. Siswa diminta menggantung pakaian menggunakan hanger, melipat pakaian sesuai standar, menyetrika dengan aman, serta mengancingkan kemeja dengan rapi. Tidak hanya keterampilan dasar tersebut, siswa juga memperoleh kesempatan mengenal penggunaan teknologi sederhana seperti mengetik menggunakan laptop, mengoperasikan aplikasi dasar, menerima panggilan telepon, hingga mengirim pesan singkat. Aktivitas tersebut dirancang untuk memberikan gambaran nyata mengenai tuntutan dunia kerja modern yang semakin dekat dengan penggunaan teknologi digital.

     

    Assessment selanjutnya memberikan ruang bagi siswa untuk menunjukkan kreativitas melalui keterampilan tata rias (make up). Kegiatan ini diikuti oleh siswi yang memiliki minat pada bidang kecantikan. Dengan pendampingan yang penuh kesabaran dari mahasiswa, guru, dan peserta Festival Karakter Pelajar, mereka belajar mengenal alat make up, memadukan warna, hingga merias wajah secara mandiri. Hasil yang ditunjukkan para siswi menjadi bukti bahwa kreativitas dapat tumbuh tanpa batas ketika diberikan kesempatan, pendampingan, dan kepercayaan.

     

    Yang menjadikan kegiatan ini istimewa adalah kolaborasi antara siswa disabilitas dengan 100 pelajar terbaik peserta Festival Karakter Pelajar Universitas STEKOM 2026. Selama proses assessment berlangsung, tidak terlihat adanya sekat di antara mereka. Para peserta festival belajar bahwa keberhasilan seseorang tidak ditentukan oleh kondisi fisik, melainkan oleh kesempatan, semangat, dan kemauan untuk terus berkembang. Sebaliknya, siswa-siswi SLBN Temanggung memperoleh dukungan moral yang luar biasa dari para kakak pendamping yang dengan tulus memberikan motivasi dalam setiap aktivitas.

     

    Bagi Universitas STEKOM, kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari visi perguruan tinggi dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki karakter, empati, serta kepedulian terhadap masyarakat. Melalui Festival Karakter Pelajar Universitas STEKOM 2026, pendidikan karakter diwujudkan secara langsung melalui aksi nyata, bukan sekadar materi di dalam kelas. Para peserta belajar bahwa kepemimpinan sejati lahir ketika seseorang mampu memberikan manfaat bagi orang lain.

     

    SLBN Temanggung memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi yang dibangun bersama Universitas STEKOM. Assessment kebekerjaan ini dinilai mampu memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai kesiapan kerja siswa sekaligus menjadi pengalaman yang sangat berharga karena mereka dapat berinteraksi dengan ratusan pelajar dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Suasana kegiatan yang hangat, penuh semangat, dan saling mendukung menjadikan seluruh peserta merasa dihargai sebagai individu yang memiliki potensi untuk berkembang.

     

    Melalui kegiatan ini, Universitas STEKOM berharap assessment kebekerjaan tidak hanya menjadi proses pemetaan kemampuan siswa disabilitas, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem pendidikan inklusif yang terhubung dengan dunia kerja. Data hasil assessment akan menjadi dasar dalam penyusunan program pembinaan, pelatihan kompetensi, serta pendampingan karier sehingga setiap siswa memiliki peluang yang lebih besar untuk memasuki dunia kerja sesuai kemampuan dan minatnya.

     

    Pelaksanaan Assessment Kebekerjaan di SLBN Temanggung pada 25 Juni 2026 menjadi salah satu momentum penting dalam rangkaian Festival Karakter Pelajar Universitas STEKOM 2026. Melalui sinergi antara perguruan tinggi, sekolah luar biasa, guru, mahasiswa, serta 100 pelajar terpilih dari seluruh Jawa Tengah, Universitas STEKOM kembali menegaskan bahwa pendidikan karakter sejatinya tidak hanya melahirkan generasi yang cerdas, tetapi juga generasi yang memiliki kepedulian sosial, menghargai keberagaman, mampu berkolaborasi, dan siap menjadi agen perubahan bagi terwujudnya Indonesia yang semakin inklusif. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa ketika ilmu pengetahuan dipadukan dengan nilai kemanusiaan, pendidikan akan melahirkan dampak yang jauh lebih besar daripada sekadar prestasi akademik, melainkan juga harapan, kesempatan, dan masa depan yang lebih baik bagi setiap anak bangsa tanpa terkecuali.


    Hubungi Kami ? 7.083