Upaya menghadirkan dunia kerja yang lebih terbuka dan setara bagi penyandang disabilitas terus diperkuat. TopLoker.com berkolaborasi dengan Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, serta Universitas STEKOM menggelar Program Pengembangan Inklusi Sektor Manufaktur pada 28 Januari 2026 di Semarang. Program ini melibatkan 25 perusahaan sektor manufaktur yang secara aktif membuka ruang dialog serta peluang kerja bagi penyandang disabilitas.
Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas 12 tunarungu dan tunagrahita dari 8 Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) di Jawa Tengah. Bagi para siswa, momen ini menjadi pengalaman yang sangat berharga karena mereka dapat berinteraksi langsung dengan dunia industri, mengenal lingkungan kerja secara nyata, serta memahami peluang karier yang dapat diakses setelah menyelesaikan pendidikan.
.jpg)
Program ini turut dihadiri oleh Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian, Reni Yanita, M.Si, serta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, July Emmylia, SE, MM. Kehadiran pemerintah pusat dan daerah tersebut menjadi sinyal kuat bahwa penguatan ketenagakerjaan inklusif bukan sekadar wacana, melainkan agenda nyata yang terus didorong bersama dunia usaha dan institusi pendidikan.
.jpg)
Dalam sambutannya, Reni Yanita, M.Si mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen nyata pemerintah bersama dunia usaha dalam memperluas peluang kerja inklusif bagi penyandang disabilitas di sektor industri strategis.
“Kami bersama startup TopLoker.com menginisiasi kegiatan ini sehingga dapat menjadi ajang yang membuka kesempatan dan peluang bagi teman-teman disabilitas untuk dapat turut berkarya dan berpartisipasi di sektor industri,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa hingga Agustus 2025, Kementerian Perindustrian mencatat jumlah tenaga kerja di sektor manufaktur mencapai 20,26 juta orang atau sekitar 13,83?ri total tenaga kerja nasional. Dengan prinsip inklusivitas, sektor manufaktur diharapkan dapat melibatkan lebih banyak lagi peran tenaga kerja dari penyandang disabilitas.
.jpg)
Namun demikian, Reni Yanita, M.Si menegaskan bahwa akses penyandang disabilitas ke sektor manufaktur masih menghadapi sejumlah tantangan.
“Masih terdapat keterbatasan akses informasi pekerjaan, kesenjangan kompetensi dengan kebutuhan industri, minimnya jejaring kemitraan formal, serta lingkungan kerja yang belum sepenuhnya inklusif,” jelas Dirjen IKMA di Semarang, Rabu (28/1).
Sebagai startup yang meraih Juara 1 Program Startup for Industry Kemenperin Tahun 2022, TopLoker.com hadir dengan platform khusus yang dirancang untuk menjembatani penyandang disabilitas dengan peluang kerja di sektor manufaktur.
.jpg)
“Kami ingin semakin banyak pengusaha yang peduli terhadap orang-orang spesial yang istimewa ini dan berkebutuhan khusus,” ujar Dr. Joseph Teguh Santoso, M.Kom., CEO TopLoker.com sekaligus Rektor Universitas STEKOM Semarang.
Peran Universitas STEKOM dalam kegiatan ini turut memperkuat jembatan antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Melalui pendampingan serta keterlibatan aktif dalam program, Universitas STEKOM mendorong kesiapan mental, kemampuan komunikasi, dan kepercayaan diri para siswa agar lebih siap menghadapi proses transisi dari bangku sekolah menuju dunia kerja.
Salah satu sesi yang paling dinantikan adalah diskusi langsung antara perusahaan dan para siswa. Dalam suasana yang hangat dan terbuka, perwakilan perusahaan berdialog langsung dengan peserta, mendengarkan cerita mereka, melihat potensi yang dimiliki, serta mengenal minat kerja para siswa. Sejumlah perusahaan bahkan secara langsung menyampaikan dan menawarkan lowongan pekerjaan khusus disabilitas yang sedang dibuka.
.png)
Adapun perusahaan yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain PT Demak Putra Mandiri, PT Jaya Setya Plastik, PT Sinar Harapan Plastik, PT Royal Regent Indonesia, PT Combine Will Industrial Indonesia, PT Arisamandiri Pratama, PT Oro Argento Indonesia, PT Niko Elektronik Indonesia, PT Japfa Comfeed, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, PT Pura Barutama, PT Mas Arya Semarang, PT Sariwarna Asli Textile Industry, PT Ungaran Sari Garments, PT Yih Quan Footwear, PT Liebra Permana, PT Mod Indo, PT Sumber Bintang Rejeki, PT Tupai Adyamas Indonesia, PT Mas Arya Kendal, CV Indah Jaya Toys, Apindo, PT Pan Brothers, PT Mercindo Global Manufaktur, dan PT Sami.
.png)
Suasana kegiatan terasa hidup dan penuh semangat. Para siswa mengikuti setiap sesi dengan wajah ceria dan rasa percaya diri, sementara perusahaan menunjukkan dukungan yang tulus melalui komunikasi yang ramah dan inklusif. Interaksi ini tidak hanya memberi harapan bagi para siswa, tetapi juga membuka perspektif baru bagi dunia industri tentang pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang setara.
.jpg)
Melalui Program Pengembangan Inklusi Sektor Manufaktur ini, Toploker.com bersama pemerintah pusat dan daerah, Universitas STEKOM, serta 25 perusahaan sektor manufaktur menegaskan bahwa inklusi bukan sekadar wacana, melainkan komitmen nyata yang diwujudkan melalui aksi bersama. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi tonggak penting dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang adil, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus membuka jalan bagi penyandang disabilitas untuk meraih kesempatan kerja yang setara, bermartabat, dan penuh harapan di Jawa Tengah dan Indonesia.