Boyolali, Senin, 24 November 2025 — Toploker.com bersama Universitas Sains dan Teknologi Komputer (Universitas Stekom) mengunjungi SLB Negeri Boyolali untuk melaksanakan pelatihan kecakapan jualan bagi siswa-siswi penyandang disabilitas. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program vokasional yang bertujuan mempersiapkan siswa memasuki dunia kerja melalui keterampilan praktis, terutama di bidang retail dan pelayanan pelanggan.
Pelatihan dimulai dengan simulasi interaksi pelanggan. Siswa diminta melayani pelanggan layaknya bekerja di toko atau minimarket, dimulai dari menyapa, menanyakan barang yang ingin dibeli, hingga mencatat pesanan ke dalam secarik kertas. Kegiatan ini menilai kemampuan komunikasi, pemahaman instruksi, serta ketelitian siswa dalam mencatat informasi.
.jpg)
Setelah tahap pencatatan selesai, siswa melanjutkan proses dengan menyiapkan barang pesanan pelanggan secara mandiri dan menyerahkannya. Bagian ini melatih koordinasi motorik, orientasi ruang, dan rasa tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas hingga tuntas. Seluruh proses diamati oleh penguji untuk melihat kemampuan siswa bekerja mandiri maupun mengikuti arahan.
Salah satu bagian yang paling menarik dalam pelatihan jualan adalah ketika siswa berperan sebagai kasir. Mereka mempraktikkan cara menghitung transaksi, mengembalikan uang, serta menggunakan kalkulator melalui tablet. Pendekatan ini memperkenalkan siswa pada perangkat digital yang umum digunakan dalam operasional retail modern, sehingga dapat meningkatkan kesiapan mereka untuk bekerja di lingkungan industri sesungguhnya.
-(1).jpg)
Pendamping memberikan arahan ketika diperlukan tanpa mengurangi kesempatan siswa untuk belajar secara mandiri. Model pelatihan inklusif seperti ini membuat siswa lebih percaya diri, karena mereka mendapatkan ruang untuk mencoba dan mengeksplorasi kemampuan diri dalam suasana yang aman dan suportif.
Pelatihan kecakapan jualan ini memberikan wawasan penting bagi Toploker.com dan Universitas Stekom dalam memetakan potensi siswa SLB. Melalui observasi langsung terhadap kemampuan siswa, tim pelaksana dapat merumuskan pelatihan lanjutan yang lebih tepat sasaran. Kegiatan ini menegaskan bahwa dengan pendekatan dan dukungan yang tepat, siswa disabilitas dapat menunjukkan kemampuan luar biasa serta memiliki peluang besar untuk berkembang di dunia kerja.