Saat Kesempatan Diberikan: Toploker.com dan Universitas STEKOM Bangun Percaya Diri Siswa SLB Negeri Slawi

Berita
  • 29 April 2026
    Oleh : ellvia varisca

    Mewujudkan dunia kerja yang inklusif bukan sekadar tentang membuka pintu, tetapi tentang benar-benar menggandeng mereka yang selama ini berdiri di ambang ragu untuk melangkah karena merasa belum cukup mampu. Pada Selasa, 28 April 2026, langkah kecil namun penuh makna itu hadir di SLB Negeri Slawi, ketika Toploker.com bersama Universitas STEKOM menggelar tes kecakapan kerja bagi siswa berkebutuhan khusus.


    Di balik kegiatan ini, tersimpan harapan yang sederhana namun dalam: agar para siswa tidak lagi memandang masa depan sebagai sesuatu yang jauh dan sulit dijangkau, melainkan sebagai sesuatu yang bisa mereka dekati perlahan, dengan keberanian yang tumbuh dari dalam diri.
    Tes kecakapan ini tidak dirancang sebagai sekadar alat ukur kemampuan. Ia menjadi ruang aman bagi para siswa untuk mencoba tanpa takut salah, belajar tanpa merasa dihakimi, dan perlahan menyadari bahwa mereka memiliki kemampuan yang layak untuk dihargai. Setiap proses yang dijalani bukan tentang benar atau salah, melainkan tentang keberanian untuk memulai.


    Pada tahap awal, siswa melakukan aktivitas sederhana seperti menyapu, membersihkan meja dan kaca, hingga merapikan perlengkapan. Bagi sebagian orang, ini mungkin hal yang biasa. Namun di ruang itu, setiap gerakan memiliki makna yang berbeda. Ada ketelitian dalam cara mereka memegang alat, ada kehati-hatian dalam setiap langkah, dan ada kesungguhan yang tidak dibuat-buat. Dari aktivitas sederhana ini, terlihat jelas bahwa mereka mampu menyelesaikan tugas dengan tanggung jawab sebuah fondasi penting dalam dunia kerja.


    Memasuki tahap berikutnya, siswa diperkenalkan pada simulasi aktivitas niaga. Mereka belajar mencatat pesanan, memahami alur transaksi, hingga mencoba peran sebagai kasir. Di sinilah proses belajar menjadi lebih dari sekadar praktik. Ini adalah latihan keberanian untuk berinteraksi, untuk membuat keputusan, dan untuk percaya bahwa mereka bisa menjalankan peran yang selama ini mungkin terasa asing. Setiap interaksi yang terjadi menjadi langkah kecil menuju kemandirian.


    Dalam simulasi laundry, kesabaran dan ketekunan menjadi hal yang paling terasa. Siswa menggantung pakaian dengan rapi, menyetrika dengan penuh fokus, hingga melipat dengan hati-hati. Aktivitas ini memperlihatkan proses yang tidak instan bahwa bekerja membutuhkan konsistensi, perhatian, dan kesabaran. Dan di sanalah mereka menunjukkan bahwa mereka mampu menjalani proses itu dengan baik.


    Tidak berhenti pada keterampilan manual, siswa juga dikenalkan pada penggunaan laptop untuk komunikasi digital. Ini bukan hanya tentang teknologi, tetapi tentang membuka cakrawala baru. Dunia kerja saat ini menuntut adaptasi, dan pengenalan ini menjadi jembatan awal agar mereka tidak tertinggal. Sebuah langkah kecil yang memberi pesan besar: bahwa mereka juga punya tempat di dunia yang terus berkembang.


    Sementara itu, sesi make up bagi siswa perempuan menjadi ruang ekspresi yang berbeda. Di sini, mereka tidak hanya belajar merias wajah, tetapi juga belajar melihat diri mereka dengan cara yang lebih positif. Ada senyum yang muncul ketika mereka bercermin, ada rasa bangga yang perlahan tumbuh saat melihat hasil karya mereka sendiri. Kepercayaan diri itu tidak datang secara tiba-tiba, ia tumbuh dari pengalaman kecil yang memberi rasa “aku bisa.”


    Sepanjang kegiatan, suasana yang tercipta bukanlah suasana ujian yang menegangkan, melainkan ruang yang hangat dan penuh dukungan. Tim dari Toploker.com dan Universitas STEKOM hadir bukan hanya sebagai penilai, tetapi sebagai pendamping memberi arahan, menyemangati, dan memastikan setiap siswa merasa dihargai. Dari sana, perubahan kecil mulai terlihat. Senyum yang awalnya ragu menjadi lebih lepas, langkah yang semula tertahan menjadi lebih berani, dan tatapan yang dulu penuh keraguan perlahan berubah menjadi keyakinan.


    Inilah esensi dari kegiatan ini: bukan sekadar melihat apa yang sudah bisa dilakukan, tetapi membantu mereka menyadari apa yang sebenarnya mampu mereka capai. Karena sering kali, batas terbesar bukan pada kemampuan, melainkan pada keyakinan diri yang belum tumbuh.


    Kegiatan ini menjadi pengingat kuat bahwa setiap anak memiliki potensi yang berharga. Mereka hanya membutuhkan ruang untuk berkembang, kesempatan untuk mencoba, dan lingkungan yang percaya pada mereka. Ketika ketiganya hadir, perubahan yang terjadi bukan hanya terlihat, tetapi juga terasa baik oleh mereka sendiri maupun oleh siapa pun yang menyaksikan.


    Melalui langkah ini, Toploker.com dan Universitas STEKOM ingin menegaskan bahwa inklusivitas bukan sekadar konsep, melainkan tindakan nyata. Bukan hanya tentang memberi akses, tetapi tentang berjalan bersama, mendampingi, dan membuka jalan dengan tulus.


    Bagi sebagian orang, kegiatan ini mungkin terlihat sederhana. Namun bagi para siswa, ini adalah awal dari sesuatu yang jauh lebih besar. Sebuah awal di mana mimpi tidak lagi terasa mustahil. Sebuah awal di mana mereka mulai percaya bahwa suatu hari nanti, mereka bisa berdiri mandiri, bekerja dengan bangga, dan membuktikan kepada dunia bahwa mereka juga mampu.


    Hubungi Kami ? 7.522