Semarang, 9 Juni 2026 – Komitmen mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berorientasi pada kemandirian peserta didik kembali diperkuat melalui kegiatan "Industri Ramah Inklusi: Syukuran Idul Adha" yang diselenggarakan di SLB Negeri Semarang. Salah satu momen yang mendapat perhatian khusus dalam kegiatan tersebut adalah kehadiran Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Wilayah 12 Provinsi Jawa Tengah, Ibu Diah Ayu Ratna Sari, S.T., M.T., yang memberikan dukungan nyata terhadap penguatan kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia industri bagi penyandang disabilitas.
Kehadiran Ibu Diah Ayu Ratna Sari, S.T., M.T. menjadi simbol penting bahwa upaya membangun pendidikan yang setara dan berkualitas bagi seluruh peserta didik, termasuk siswa berkebutuhan khusus, mendapatkan perhatian dan dukungan dari pemerintah daerah. Di tengah berbagai tantangan yang masih dihadapi penyandang disabilitas dalam mengakses pendidikan lanjutan maupun peluang kerja, kehadiran beliau memberikan optimisme baru bagi seluruh pemangku kepentingan yang hadir.

Mengusung tema “Membangun Kolaborasi Industri dan Pendidikan Inklusif untuk Masa Depan yang Setara dan Bermakna”, kegiatan ini mempertemukan unsur pemerintah, dunia pendidikan, dunia usaha, serta masyarakat dalam satu ruang kolaborasi yang bertujuan memperluas kesempatan dan akses bagi penyandang disabilitas untuk berkembang sesuai potensi yang dimiliki.
Acara dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri atas siswa, guru, orang tua, perwakilan perusahaan, akademisi, dan tamu undangan dari berbagai instansi. Turut hadir Kepala SLB Negeri Semarang, Sri Sugiarti, S.Pd., Rektor Universitas STEKOM sekaligus CEO TopLoker.com, Dr. Joseph Teguh Santoso, S.Kom., M.Kom., perwakilan Pemerintah Kota Semarang, serta unsur Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah.
Dalam perspektif pendidikan inklusif, kehadiran pemangku kebijakan memiliki arti strategis. Kehadiran Ibu Diah Ayu Ratna Sari tidak hanya menunjukkan dukungan institusional, tetapi juga menjadi wujud nyata kepedulian terhadap masa depan peserta didik berkebutuhan khusus yang tengah mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat secara mandiri.
Bagi para siswa, guru, dan orang tua yang hadir, dukungan tersebut menjadi penguat semangat bahwa pendidikan inklusif merupakan agenda bersama yang harus terus diperjuangkan. Kehadiran pemerintah di tengah-tengah peserta didik berkebutuhan khusus memberikan pesan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas, kesempatan berkembang, serta akses terhadap dunia kerja yang adil dan terbuka.

Rangkaian kegiatan berlangsung meriah dan penuh makna. Acara diawali dengan registrasi peserta, pembukaan, penampilan tari siswa, serta sambutan dari berbagai tokoh yang hadir. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penampilan asesmen keterampilan kerja siswa, pemutaran video Unit Layanan Disabilitas (ULD) Universitas STEKOM, sesi doorprize, fashion show karya siswa SLB, hingga penampilan angklung yang mendapatkan apresiasi dari para tamu undangan.
Setiap penampilan yang ditunjukkan para siswa menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya, berprestasi, dan memberikan kontribusi bagi masyarakat. Kreativitas, keterampilan, serta rasa percaya diri yang ditampilkan menjadi cerminan keberhasilan pendidikan inklusif dalam mengembangkan potensi peserta didik secara optimal.
Melalui kegiatan ini, sinergi antara sekolah, pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri semakin diperkuat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu membuka lebih banyak peluang pelatihan, pengembangan kompetensi, serta akses kerja yang layak bagi penyandang disabilitas.
Sebagai platform yang berkomitmen mendukung ketenagakerjaan inklusif, TopLoker.com bersama Universitas STEKOM terus mendorong lahirnya berbagai program kolaboratif yang menjembatani kebutuhan industri dengan talenta-talenta disabilitas yang kompeten dan siap berkarya.
Kehadiran Ibu Diah Ayu Ratna Sari, S.T., M.T. dalam kegiatan ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan pendidikan inklusif membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Dukungan pemerintah, komitmen lembaga pendidikan, keterbukaan dunia usaha, serta partisipasi masyarakat merupakan fondasi penting dalam mewujudkan masa depan yang lebih setara dan berkeadilan.
Melalui semangat kebersamaan yang dihadirkan dalam momentum Syukuran Idul Adha ini, harapan untuk menciptakan ekosistem pendidikan dan ketenagakerjaan yang inklusif semakin nyata. Sebuah masa depan di mana setiap individu, tanpa memandang kondisi fisik maupun keterbatasan yang dimiliki, memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, berkembang, dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa.